Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur, Jihadin Paruge, atau biasa disapa JP memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (16/07/2026), tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat, mengingat Kabupaten Luwu Timur memiliki karakteristik wilayah yang berpotensi mengalami berbagai jenis bencana alam.
“Atas nama DPRD Kabupaten Luwu Timur, saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui BPBD yang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi seperti ini sangat penting sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana,” ujar Jihadin.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kapasitas aparatur maupun masyarakat menjadi investasi penting dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.
“Semakin baik pemahaman masyarakat mengenai mitigasi bencana, maka semakin besar pula kemampuan kita dalam mengurangi risiko ketika bencana terjadi. Kesadaran dan kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam menyelamatkan jiwa dan meminimalkan kerugian,” katanya.
Jihadin juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala UPTD puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, hingga menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan Pos Unit Siaga Makassar.
“Keterlibatan lintas sektor menunjukkan bahwa penanggulangan bencana harus dilakukan secara terpadu. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, serta masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem penanganan bencana yang efektif,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh peserta yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi agen edukasi di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat sehingga informasi mengenai mitigasi dan penanganan bencana dapat tersampaikan secara luas.
“Ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini jangan berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus diteruskan kepada masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak warga yang memahami langkah-langkah penyelamatan diri dan penanganan awal ketika menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Jihadin menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Luwu Timur akan terus mendukung program-program pemerintah daerah yang berorientasi pada perlindungan masyarakat, termasuk penguatan kapasitas penanggulangan bencana.
“Kami di DPRD berkomitmen mendukung kebijakan dan program yang bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat. Semoga melalui kegiatan seperti ini, Luwu Timur semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dengan rasa aman dan memiliki kemampuan untuk merespons keadaan darurat secara cepat dan tepat,” tutup Jihadin.
Diketahui, Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026 dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu Timur, dr. H. April, mewakili Bupati Luwu Timur. Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 peserta yang terdiri dari perwakilan OPD, camat, dan kepala UPTD puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, dengan menghadirkan Tenaga Ahli BPBD Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Jasmani Ghadi, serta Koordinator Pos Unit Siaga Makassar sebagai narasumber.(*)













