Godaan Duniawi Sang Biksu Senior Tersandung Dipelukan Wanita.

  • Bagikan

M3ninggalkan gemerlap urusan duniawi untuk mencapai pencerahan spiritual adalah jalan suci yang seharusnya ditempuh secara absolut oleh seorang tokoh agama.

Namun, mantan kepala biara Wat Phutthaisawan, Phra Wachirayan Wi alias Luang Pho Chot, tampaknya memiliki peta navigasi spiritual yang jauh meny1mpang.

Alih-alih melepaskan keterikatan pada materi, ia justru dituduh menumpuk harta duniawi dengan memb*bol pundi-pundi kuilnya sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, dana sumbangan umat senilai 92 juta baht atau setara Rp48,8 miliar sukses lenyap ters4pu oleh badai hasrat sang kepala biara.

Rupanya, manuver finansial yang fantastis ini tidak dilakukan demi membangun fasilitas ibadah, melainkan untuk menopang sebuah sk4ndal asmara.

Dana puluhan miliar tersebut diduga mengalir deras ke rekening seorang jemaah wanita bernama “Sika Ae”.

Interaksi yang di mata publik terlihat seperti bimbingan rohani antara pemuka agama dan umatnya, diam-diam berevolusi menjadi roman terlarang berbiaya selangit.

Kedok suci Luang Pho Chot akhirnya runtuh berkeping-keping ketika tim Crime Suppression Division mend*brak masuk dan melakukan pen4ngk4pan pada Kamis (10/9/2026).

Rencana masa pensiun mewah bersama sang kekasih gelap pun hancur berantakan.

Mimpi buruk bagi sang mantan biara tidak berhenti pada pembekuan aset.

Publik Thailand dibuat kehabisan kata-kata saat penyidik membongkar keberadaan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang mengunci nasib sang biksu.

Lensa kamera tersebut tanpa ampun merek34m bukti visual dugaan hubvngan s3ksval, men3l4nj4ngi pel4ngg4ran fatal terhadap svmpah selibat yang selama ini ia agungkan di mimbar.

Serangkaian penggeledahan yang berlanjut hingga Jumat (11/9/2026) kian mempertegas betapa mewahnya kehidupan ganda sang tokoh agama.

Tr4gedi ini me3l3dak menjadi sk4ndal nasional yang mem4lukan, membuktikan bahwa setebal apa pun jubah yang dikenakan untuk menutupi urusan dunia,

godaan cinta dan puluhan miliar uang tunai rupanya tetap sanggup membuat seorang kepala biara lupa jalan menuju nirwana.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *