Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) tingkat Kecamatan Burau berlangsung di halaman Kantor Camat Burau, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (17/9/2026) pagi.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WITA tersebut dipimpin Kapolsek Burau AKP Ahmar Wijaya, S.Sos selaku Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Faizal, salah seorang guru SDN 03 Burau.
Kegiatan tersebut diikuti para kepala desa dan kepala instansi se-Kecamatan Burau, para guru dan staf, anggota BPD se-Kecamatan Burau, serta personel Satpol PP Kecamatan Burau.
Dalam amanatnya, Kapolsek Burau AKP Ahmar Wijaya menyampaikan sejumlah imbauan yang berkaitan dengan kondisi masyarakat, khususnya menghadapi musim kemarau.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah). Kapolsek meminta para kepala desa untuk meneruskan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
“Para kepala desa diharapkan menyampaikan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya pada musim kemarau,” demikian poin imbauan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain persoalan karhutlah, Kapolsek juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama pemerintah desa dalam mengatur pembagian air untuk kebutuhan pertanian.
Pembagian air pengairan diharapkan dilakukan secara adil dan bergantian, sehingga seluruh petani mendapatkan kesempatan untuk mengairi sawahnya dan tidak terjadi ketimpangan dalam pemanfaatan sumber air.
Upacara HKN kemudian dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Panca Prasetya Korps Pegawai RI, serta amanat Inspektur Upacara.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.30 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.
Hari Kesadaran Nasional yang dilaksanakan setiap tanggal 17 merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran, kedisiplinan dan kualitas pengabdian aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, tenaga pendidik, PPL dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat, khususnya dalam menjaga lingkungan dari ancaman karhutlah serta memastikan kebutuhan air pertanian dapat dimanfaatkan secara adil.(*)












