Kepsek TK Pembina Kalaena Akui Gunakan Besi Yang Tak Sesuai. “Sudah Dibongkar dan Diganti”.

  • Bagikan

Sorotan terkait penggunaan material besi pada proyek pembangunan revitalisasi rehabilitasi bangunan TK Pembina Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, mendapat klarifikasi dari pihak sekolah.

Sebelumnya, penggunaan besi pada salah satu bagian konstruksi bangunan tersebut menjadi perhatian setelah dilakukan pemantauan oleh salah seorang rekan LSM, Jumain. Dari hasil pemantauan tersebut, muncul dugaan adanya pemasangan besi yang tidak sesuai dengan ukuran yang seharusnya digunakan dalam pekerjaan konstruksi.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Sekolah TK Pembina Kalaena, Andriani, menyampaikan klarifikasi sekaligus menggunakan hak jawabnya. Ia membenarkan bahwa dalam proses pengerjaan memang sempat terdapat penggunaan besi berukuran 6 mm pada bagian konstruksi yang dipersoalkan.

Namun, menurut Andriani, material tersebut telah dibongkar dan diganti dengan besi ukuran 8 mm sebagaimana ukuran yang seharusnya digunakan.

“Memang ada besi 6 yang digunakan sebanyak tiga batang. Alasannya karena tukang kekurangan besi pada waktu pemasangan,” jelas Andriani saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Rabu (16/9/2026).

Andriani juga meluruskan informasi mengenai jumlah dan bentuk penggunaan besi tersebut.

“Bukan tiga batang, untuk pengikat sloof tiga gelang. Itu pun tidak cukup satu meter,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa material yang sebelumnya terpasang tersebut tidak lagi digunakan setelah dilakukan perbaikan.

“Sudah dibongkar, Pak. Kami sudah ganti dengan besi 8,” terangnya.

Baca Juga  : https://dibaliklayar.com/diduga-dikerjakan-garambang-proyek-rehab-bangunan-tk-pembina-kalaena-disorot/

Klarifikasi dari pihak sekolah tersebut menjadi bagian dari pemberitaan untuk memberikan ruang hak jawab atas informasi sebelumnya mengenai dugaan ketidaksesuaian material pada proyek revitalisasi rehabilitasi TK Pembina Kalaena.

Meski demikian, sorotan terhadap proyek tersebut diharapkan tidak berhenti pada persoalan besi. Sejumlah warga meminta pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap tahapan pekerjaan, termasuk memastikan material dan pelaksanaan konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis serta ketentuan yang telah ditetapkan dalam proyek.

Warga juga berharap asal-usul material lainnya, seperti pasir dan batu yang digunakan dalam pekerjaan, turut diperiksa dan dipastikan memenuhi ketentuan serta memiliki legalitas sesuai aturan yang berlaku.

“Ini adalah uang negara,” singkat salah seorang warga.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, masyarakat berharap pelaksanaan proyek revitalisasi TK Pembina Kalaena dapat terus diawasi secara transparan, sehingga pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dapat menghasilkan bangunan yang aman, berkualitas, dan sesuai. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *