Material Proyek Menumpuk di Bahu Jalan Watangpanua, Keselamatan Pengguna Jalan Dipertaruhkan.

  • Bagikan

Pelaksanaan proyek Penimbunan Bahu dan Proteksi Jalan Watangpanua–Balirejo–Mekarsari, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, mendapat sorotan dari masyarakat.

Sorotan tersebut berkaitan dengan penempatan material proyek berupa batu gunung dan pasir yang terlihat menumpuk di sisi badan jalan beton.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan pembangunan jalan yang dilaksanakan oleh CV. Larona Karya Indonesia, dengan nilai kontrak sekitar Rp395,56 juta, masa pelaksanaan 90 hari kalender, dan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Material berupa batu dan pasir tampak berada cukup dekat dengan jalur yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama terkait aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Wahyu LHI mengatakan bahwa penempatan material di sekitar badan jalan harus ditata dan diamankan dengan baik agar tidak menimbulkan risiko bagi pengguna jalan.

“Material yang ditumpuk di pinggir jalan seperti ini perlu mendapat perhatian. Jangan sampai keberadaan material justru membahayakan pengendara, apalagi pada malam hari ketika jarak pandang terbatas,” ujar Wahyu LHI. Rabu, 16/09/2026

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi lebih berisiko apabila lokasi tidak memiliki penerangan yang memadai. Tumpukan material yang berada dekat jalur kendaraan dapat menjadi hambatan bagi pengendara, khususnya mereka yang melintas pada malam hari.

Wahyu berharap pihak pelaksana segera melakukan langkah pengamanan, antara lain dengan memasang rambu peringatan, lampu penerangan sementara, serta menata material proyek agar tidak mengganggu ruang lalu lintas.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap pekerjaan pembangunan. Proyek ini tentu bertujuan meningkatkan infrastruktur, tetapi selama proses pengerjaan berlangsung, aspek keselamatan pengguna jalan juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Masyarakat berharap pihak pelaksana bersama pengawas proyek dapat segera mengevaluasi kondisi di lapangan dan memastikan seluruh material maupun aktivitas pekerjaan ditempatkan sesuai standar keselamatan kerja dan keselamatan pengguna jalan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *