Terkesan “Kepala Batu”, Kontraktor Proyek Pasar Sentral Tomoni Disorot, Pekerja Diduga Abaikan K3 di Ketinggian.

  • Bagikan

Sebelumnya Diberitakan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek pengerjaan Pasar Sentral Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, bukannya menjadikan acuan untuk menerapkan K3 bagi pekerja kembali menjadi sorotan.

Sejumlah pekerja terlihat melakukan aktivitas di atas perancah bambu pada ketinggian tanpa terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD) khusus untuk bekerja di ketinggian.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan keselamatan kerja oleh pihak kontraktor pelaksana. Pasalnya, pekerjaan konstruksi di ketinggian memiliki risiko kecelakaan serius apabila tidak didukung peralatan keselamatan dan sistem perlindungan yang memadai.

Terlihat beberapa pekerja tampak beraktivitas di atas perancah bambu dengan perlengkapan keselamatan yang belum terlihat memadai. Situasi ini perlu menjadi perhatian serius, mengingat keselamatan pekerja semestinya menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi.

Pihak kontraktor pelaksana diminta tidak menganggap remeh penerapan K3. Penggunaan helm keselamatan, sepatu kerja yang sesuai, serta sistem perlindungan jatuh seperti full body harness dan titik penambat yang layak, perlu disesuaikan dengan kondisi serta risiko pekerjaan.

Baca Juga : https://dibaliklayar.com/pekerja-proyek-pasar-tomoni-diduga-bekerja-di-ketinggian-tanpa-full-body-harness-pengawasan-dipertanyakan/

Selain APD, kelayakan dan kestabilan perancah juga harus diperiksa. Perancah yang digunakan untuk bekerja di ketinggian wajib memiliki struktur yang aman, pijakan yang memadai, serta perlindungan terhadap risiko pekerja terjatuh.

Penerapan K3 bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi proyek, melainkan bagian penting dari tanggung jawab pelaksana pekerjaan untuk melindungi tenaga kerja dari potensi kecelakaan.

Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop) Kabupaten Luwu Timur selaku instansi yang berkaitan dengan pengelolaan pasar tersebut diminta memberikan perhatian serius terhadap kondisi di lapangan.

Instansi terkait diharapkan tidak terkesan tutup mata terhadap dugaan kelalaian penerapan K3 pada proyek Pasar Sentral Tomoni.

Pengawasan dan koordinasi dengan pihak teknis yang berwenang perlu dilakukan agar aspek keselamatan pekerja benar-benar diperhatikan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian terhadap ketentuan keselamatan kerja, pihak terkait diharapkan segera meminta kontraktor melakukan perbaikan sebelum pekerjaan berisiko tinggi dilanjutkan.

Pengawasan tersebut penting bukan hanya untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat merugikan pekerja maupun pihak pelaksana proyek.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak kontraktor pelaksana maupun Disdagkop Luwu Timur mengenai kondisi keselamatan kerja yang terlihat dalam dokumentasi tersebut.

Karena itu, diperlukan klarifikasi untuk memastikan standar K3 yang diterapkan, kelengkapan APD pekerja, serta kelayakan perancah yang digunakan.

Masyarakat berharap proyek Pasar Sentral Tomoni tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjamin keselamatan para pekerja yang terlibat di dalamnya.

Keselamatan pekerja tidak boleh menjadi hal yang dikorbankan demi mengejar target pekerjaan.

Kontraktor dan instansi terkait perlu memastikan bahwa setiap aktivitas di ketinggian dilaksanakan dengan prosedur keselamatan yang layak, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *