Menguras Dana APBD Rp. 1,7 Miliar Diduga Galian Tak Sesuai Spesifikasi, Penataan Lapangan Tomoni Luwu Timur Menjadi Sorotan.

  • Bagikan

Pelaksanaan proyek Lanjutan Penataan Lapangan Tomoni di bawah naungan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur menuai sorotan. Pekerjaan yang didanai melalui APBD TA 2026 senilai Rp 1.798.591.635,26 tersebut diduga memiliki galian tanah yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan ini dilaksanakan oleh kontraktor CV. Timur Indonesia dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender, terhitung sejak diterbitkannya surat kontrak bernomor 000.3.3/02/KONT-SAP/PARMUDORA/IX/2026 pada 24 September 2026.

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan ketidaksesuaian galian tersebut, pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memberikan keterangan yang sempat berubah. Pada konfirmasi awal, pihak PPK menyatakan pekerjaan galian tersebut akan dirombak total. Namun, pada konfirmasi susulan, ia menyampaikan bahwa bagian tersebut telah diarahkan untuk dibenahi.

Tonton video lengkapnya :http://Menguras Dana APBD Rp. 1,7 Miliar Diduga Galian Tak Sesuai Spesifikasi, Penataan Lapangan Tomoni Luwu Timur Menjadi Sorotan.

Di sisi lain, Sandi selaku Konsultan Pengawas menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan sejauh ini tetap mengacu dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Adanya perbedaan informasi serta dugaan kejanggalan pada struktur dasar pekerjaan pengerukan/galian ini memicu keprihatinan dari masyarakat setempat. Warga berharap tidak ada “permainan” atau kelalaian dalam pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah ini.

“Galian pondasi dan penataan dasar ini merupakan tumpuan utama bagi seluruh bangunan dan fasilitas di Lapangan Tomoni nantinya. Jika pengerjaannya asal-asalan, dampaknya bisa sangat fatal bagi keselamatan warga pengguna fasilitas umum ini,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat meminta pihak dinas terkait beserta konsultan pengawas untuk memperketat pengawasan di lapangan agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan bertahan lama demi kepentingan publik.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *