Pekerjaan rehabilitasi bangunan SDN 206 Mantadulu yang bersumber dari bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan.
Pasalnya, sambungan rangka plafon berbahan hollow yang terlihat dalam dokumentasi foto diduga mengalami kerusakan pada bagian sambungan yang digepengkan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan dan kualitas pemasangannya.
Dalam foto yang diperoleh, terlihat bagian sambungan material hollow yang tampak mengalami kerusakan atau pecah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kekuatan sambungan dalam menopang rangka plafon bagian atas bangunan.
Namun, untuk memastikan tingkat keamanan konstruksi, diperlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga teknis yang kompeten.
Sorotan ini menjadi penting mengingat pekerjaan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang seharusnya dilaksanakan dengan memperhatikan standar teknis, kualitas material, serta aspek keselamatan bangunan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kepala tukang yang menangani pekerjaan tersebut, yang identitasnya tidak disebutkan, disebut enggan memberikan klarifikasi terkait pemasangan rangka kanal atau channel plafon. Bahkan, ketika persoalan tersebut disinggung, yang bersangkutan justru menyatakan tantangan agar persoalan itu dimuat di media.
Sementara itu, kepala sekolah disebut telah berupaya memanggil kepala tukang untuk meminta penjelasan mengenai kondisi dan metode pemasangan rangka plafon tersebut.
Namun, kepala tukang dikabarkan menolak memberikan keterangan dengan alasan masih sibuk melakukan penyetelan rangka.
Sikap tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan pelaksana pekerjaan dalam menjelaskan persoalan teknis yang menjadi perhatian di lingkungan sekolah.
Meski demikian, klarifikasi dari pihak pelaksana tetap diperlukan agar persoalan ini dapat dilihat secara berimbang.
Kondisi sambungan rangka plafon yang terlihat pada data yang diperoleh perlu mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan apakah sambungan tersebut telah memenuhi ketentuan pemasangan, apakah material yang digunakan sesuai spesifikasi, serta apakah konstruksi rangka plafon cukup kuat dan aman untuk digunakan.
Pihak pelaksana kegiatan, panitia pembangunan satuan pendidikan, pengawas teknis, serta instansi terkait diharapkan dapat melakukan pemeriksaan langsung terhadap bagian yang dipersoalkan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi atau standar teknis, perbaikan perlu dilakukan sebelum bangunan digunakan secara penuh.
Terlebih, pekerjaan tersebut berada di lingkungan sekolah yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Karena itu, aspek keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah harus menjadi prioritas.
Selain itu, Masyarakat juga berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai pelaksanaan program revitalisasi sekolah, termasuk kesesuaian pekerjaan dengan rencana, spesifikasi teknis, dan anggaran yang telah ditetapkan.
Hingga berita ini disusun, penjelasan teknis dari kepala tukang maupun pihak pelaksana mengenai sambungan rangka plafon yang dipersoalkan masih perlu dikonfirmasi.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak terkait demi memperoleh pemberitaan yang berimbang dan akurat.(JB*)












