Ratusan Siswa dan Guru SMAN 4 Luwu Timur Diduga Keracunan, Kapolres Perintahkan Kapolsek Mangkutana Lakukan Penyelidikan

  • Bagikan

Ratusan siswa dan guru SMAN 4 Luwu Timur di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, diduga mengalami keracunan makanan, Senin (5/10/2026).

Para siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Sedikitnya empat puskesmas di wilayah Mangkutana Raya menjadi lokasi perawatan, sementara sejumlah pasien lainnya mendapat penanganan di RSUD I Lagaligo.

Kejadian tersebut sontak mendapat perhatian dari berbagai pihak, mengingat jumlah siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan cukup banyak.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. memerintahkan Kapolsek Mangkutana IPTU Muh. Yunus untuk segera melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Kapolsek Mangkutana bersama personel kepolisian diarahkan untuk mengumpulkan informasi dari para pasien, pihak sekolah, tenaga kesehatan maupun pihak-pihak lain yang berkaitan dengan makanan yang diduga dikonsumsi sebelum munculnya keluhan kesehatan.

Penyelidikan tersebut juga dilakukan untuk memastikan sumber makanan serta mengetahui apakah terdapat faktor lain yang berkaitan dengan kejadian yang menyebabkan ratusan siswa dan guru harus mendapatkan perawatan medis.

Selain melakukan pengumpulan informasi, pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk tenaga kesehatan, untuk mendukung proses pemeriksaan dan penelusuran penyebab kejadian.

Kapolres Luwu Timur menekankan agar penanganan kejadian dilakukan secara serius dan menyeluruh, sehingga penyebab pasti dari kejadian tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta di lapangan.

Sementara itu, para siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan masih mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Kondisi masing-masing pasien terus dipantau oleh tenaga medis.

Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak terkait untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa dan guru tersebut benar berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang.(JB*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *