Warga di sekitar lokasi proyek pembangunan TK Islam Margolembo mengkhawatirkan keselamatan para pekerja. Berdasarkan laporan dan dokumentasi foto yang diterima redaksi dari warga setempat, terlihat adanya aktivitas pengerjaan atap bangunan yang mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Foto-foto yang diambil warga menunjukkan setidaknya dua pekerja sedang beraktivitas di atas kerangka atap baja ringan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Mereka terlihat bekerja tanpa menggunakan tali pengaman (safety harness), helm, maupun sepatu keselamatan saat berada di ketinggian yang cukup membahayakan.
Padahal, risiko jatuh dari ketinggian merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan kerja.
Kondisi ini sangat ironis mengingat di lokasi proyek terpasang papan informasi dan spanduk K3 yang cukup besar.
Papan informasi tersebut dengan jelas memajang logo Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan tulisan mencolok, “UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA”.
Berdasarkan papan informasi tersebut, proyek ini merupakan kegiatan “Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan” untuk “TK ISLAM MARGOLEMBO”. Pelaksana proyek tercantum sebagai “P2SP”, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, dan bersumber dari dana “APBN Tahun Anggaran 2026” senilai Rp 815.040.000,00.
“Kami sangat menyayangkan jika dana negara yang cukup besar ini digunakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan. Itu para pekerjanya naik ke atap tanpa ada tali pengaman sama sekali. Sangat berbahaya,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada redaksi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai instansi pemberi bantuan, serta pihak pelaksana proyek diharapkan segera mengambil tindakan tegas.
Pengawasan terhadap penerapan standar K3 harus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat berakibat fatal. Nyawa pekerja tidak boleh ditaruhkan demi mengejar target penyelesaian pengerjaan fisik proyek.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun perwakilan TK Islam Margolembo belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan terkait masalah ini.(*)












