Sepenggal Karier Kapolsek Burau AKP Ahmar Wijaya Menjadi Abdi Masyarakat.

  • Bagikan

Kapolsek Burau, AKP Ahmar Wijaya Paulingan, S.Sos., tercatat pernah terlibat langsung dalam upaya pengejaran dan pengamanan tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melarikan diri hingga ke Medan, Sumatera Utara.

Tersangka tersebut diduga berupaya menghindari proses hukum atas perkara yang terjadi di wilayah hukum Polres Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sebelum menjabat sebagai Kapolsek Burau, AKP Ahmar Wijaya diketahui pernah bertugas sebagai Kepala Unit (Kanit) bersama jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Luwu Timur.

Dalam penugasan tersebut, ia bersama tim melakukan upaya pencarian hingga berhasil mengamankan tersangka yang melarikan diri ke luar wilayah Sulawesi Selatan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan tugas AKP Ahmar Wijaya dalam penegakan hukum, khususnya penanganan perkara pidana di wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Perjalanan Karier di Kepolisian.

AKP Ahmar Wijaya mulai menjabat sebagai Kapolsek Burau sejak pertengahan 2025, menggantikan pejabat sebelumnya, AKP Andi Muhtar.

Hingga Oktober 2026, ia masih mengemban amanah sebagai pimpinan kepolisian sektor tersebut. Sebelumnya, Ahmar Wijaya juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Wasuponda.

Dalam perjalanan kariernya, Ahmar Wijaya merupakan anggota Polri dari Bintara angkatan 2002 yang kemudian menjadi perwira pada 2017. Ia tercatat sebagai perwira angkatan 46.

Lahir di Komba pada 14 April 1982, Ahmar Wijaya merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Sejak awal, ia memiliki cita-cita menjadi abdi masyarakat dan mengabdikan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Konsistensi dalam Penegakan Hukum.

Pengalaman menangani perkara hingga ke luar daerah menjadi salah satu gambaran tantangan tugas aparat kepolisian dalam memburu tersangka yang berusaha menghindari proses hukum.

Sebagai Kapolsek Burau, AKP Ahmar Wijaya diharapkan terus menjaga profesionalisme, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya sebagaimana Tagline Kapolri Baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto  “Polisi Bersama Masyarakat”.

Keberhasilan pengungkapan perkara dan pengejaran tersangka lintas daerah menjadi pengalaman berharga yang terlupakan bagi suami suami Drg. Hj. Ellyda Nurfajri, S.Kg. ini.

Tak hanya itu, dari kasus yang ia tangani menjadi bagian penting dari upaya penegakan hukum yang membutuhkan koordinasi, ketekunan, dan kerja sama antarpersonel kepolisian.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *