Erick Estrada Soroti Pendangkalan Sungai di Perbatasan Timampu-Bekaloa, Berpotensi Picu Banjir.

  • Bagikan

Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Erick Estrada, menyoroti kondisi sungai yang berada di wilayah perbatasan Timampu dan Bekaloa. Pendangkalan sungai yang dinilai cukup parah disebut berpotensi mengurangi kapasitas sungai dalam menampung debit air dan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu genangan maupun banjir di kawasan Jalan Setia dan jalan poros.

Hal tersebut disampaikan Erick setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Kepala Dusun Timampu, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kunjungannya, Erick melihat secara langsung kondisi sungai yang telah mengalami pendangkalan cukup signifikan. Tumpukan material lumpur yang berada di dasar sungai dinilai membuat ruang aliran air menjadi semakin sempit.

Menurut Erick, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam upaya mengantisipasi potensi banjir saat curah hujan tinggi.

“Kita melihat kondisi sungai ini sudah mengalami pendangkalan yang cukup parah. Kalau kapasitas sungai berkurang, tentu ketika debit air meningkat, risikonya air meluap dan berdampak ke kawasan sekitar,” ujar Erick.

Ia menyebut kawasan Jalan Setia hingga jalan poros merupakan jalur yang perlu mendapat perhatian karena berada di sekitar aliran sungai tersebut. Penanganan sedimentasi dinilai penting sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir.

Erick berharap pemerintah terkait dapat melakukan kajian dan mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan. Menurutnya, normalisasi atau pengerukan sedimentasi dapat menjadi salah satu opsi yang perlu dikaji, tentunya berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan kewenangan instansi terkait.

“Kita berharap kondisi ini bisa segera ditindaklanjuti. Jangan menunggu sampai terjadi banjir baru dilakukan penanganan. Lebih baik dilakukan langkah antisipasi sejak sekarang,” katanya.

Selain persoalan pendangkalan, Erick juga mendorong adanya pemantauan berkala terhadap kondisi sungai, terutama memasuki periode dengan intensitas hujan yang tinggi.

Ia menegaskan, peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi yang dikeluhkan dan memastikan persoalan di lapangan dapat menjadi perhatian dalam pembahasan maupun langkah penanganan pemerintah daerah.

Dengan adanya penanganan yang tepat, kapasitas aliran sungai diharapkan dapat kembali optimal sehingga potensi genangan dan banjir yang mengancam kawasan permukiman serta akses jalan dapat diminimalkan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *