Suasana antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) yang biasanya tegang dan melelahkan, berubah menjadi momen yang menggelitik sekaligus unik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Matompi, Kecamatan Towuti.
Sebagai bentuk inovasi dalam menertibkan antrean dan mencegah kecurangan di tengah kelangkaan BBM, Manajer SPBU Matompi Muhammad Atif, turun tangan langsung memberikan “tanda cinta” berupa cetan khusus pada sepeda motor dan mobil para pengendara yang telah melakukan pengisian.
Aksi tak biasa ini dilakukan menyusul kondisi kelangkaan BBM yang sedang melanda wilayah tersebut, serta sejalan dengan upaya penerapan aturan ganjil-genap yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur (Lutim).
Pemberian tanda cat pada bagian tertentu sepeda motor dan mobil, seperti pada pelek atau tangki, bertujuan untuk menghindari praktik pengisian berulang oleh pengendara yang sama dalam waktu singkat (para “pelansir”), sehingga ketersediaan BBM dapat tersalurkan secara lebih merata kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Langkah ini kami ambil sebagai respons atas situasi kelangkaan BBM yang meresahkan dan juga untuk mendukung kebijakan Pemda Lutim terkait pengaturan antrean.
Dengan memberi tanda ini, kami dapat dengan mudah mengidentifikasi kendaraan yang sudah mengisi, sehingga antrean bisa lebih tertib dan adil,” jelas Muhammad Atif, Manajer SPBU Matompi.
Foto-foto dan video dari aksi unik ini pun cepat viral di media sosial, mengundang beragam reaksi dari netizen. Ada yang melihatnya sebagai solusi kreatif dan menghibur, sementara yang lain menyoroti sisi unik dan tak terduga dari upaya menjaga ketertiban di tengah keterbatasan.
Beberapa pengendara yang ditemui di lokasi pun memberikan respons yang positif, meskipun awalnya sempat kaget. “Unik juga sih, jadi kayak ada stempelnya. Tapi yang penting antreannya jadi lebih jelas dan nggak ada yang main serobot,” ujar salah seorang pengendara.
Pihak manajemen SPBU Matompi berharap, langkah ini dapat menjadi contoh bagi SPBU lain dalam mencari solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan antrean BBM, sekaligus mengedukasi masyarakat akan pentingnya kedisiplinan dan berbagi di tengah situasi yang penuh tantangan.
Meskipun terlihat sederhana dan sedikit lucu, “tanda cinta” dari Muhammad Atif ini adalah bukti nyata dari kreativitas dan semangat pantang menyerah dalam mencari solusi terbaik bagi masyarakat.
Di tengah kesulitan, selalu ada celah untuk ide-ide unik yang tak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga mampu menghadirkan senyum di wajah banyak orang.(*)













