Kondisi antrean kendaraan yang semrawut di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, kembali memicu kecelakaan lalu lintas. Seorang perempuan pengendara sepeda motor dilaporkan mengalami cedera serius berupa dugaan patah tulang setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil yang diduga sebagai kendaraan pengepul atau pelangsir Bahan Bakar Minyak (BBM), Kamis (10/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban melintas di jalur sekitar SPBU Asuli. Pada saat bersamaan, sebuah mobil yang diduga hendak masuk ke barisan antrean panjang kendaraan di SPBU tiba-tiba melakukan manuver putar arah di tengah badan jalan.
Pengendara sepeda motor diduga tidak sempat menghindari kendaraan tersebut karena jarak yang sudah terlalu dekat. Kondisi di lokasi juga diperparah oleh terbatasnya jarak pandang akibat padatnya kendaraan yang mengantre BBM di sepanjang badan dan bahu jalan.
Tonton video lengkapnya: https://youtu.be/T779Pg4tkMY?si=H0f_Dg0Yt79qucPU
Bahu Jalan Dipenuhi Kendaraan Antrean
Pantauan di sekitar SPBU Asuli menunjukkan kendaraan yang mengantre BBM memadati sisi kiri dan kanan jalan. Bahkan, sejumlah kendaraan disebut telah berada di lokasi sejak sore hingga pagi hari berikutnya.
Kondisi tersebut tidak hanya menyebabkan kemacetan, tetapi juga mengganggu pengguna jalan lain karena kendaraan yang terparkir di bahu jalan membuat jarak pandang menjadi terbatas.
Situasi semakin berisiko karena jalur di sekitar area SPBU memiliki kondisi jalan yang menanjak. Kendaraan yang keluar-masuk antrean harus melakukan berbagai manuver, sementara arus lalu lintas umum tetap berlangsung.
Dalam kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor perempuan dilaporkan terpental dan jatuh ke aspal setelah terjadi benturan keras.
Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Berdasarkan informasi awal, korban diduga mengalami cedera serius berupa patah tulang.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban maupun pengemudi mobil yang terlibat belum diperoleh secara pasti. Belum terdapat pula keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap maupun penyebab pasti kecelakaan.
Satgas Penertiban SPBU Dipertanyakan
Kecelakaan ini kembali menyoroti persoalan antrean kendaraan di sekitar SPBU Asuli, khususnya keberadaan kendaraan yang diduga digunakan untuk aktivitas pelangsiran BBM.
Manuver kendaraan yang hendak masuk atau keluar dari antrean panjang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas.
Warga sekitar berharap pihak Kepolisian, pengelola SPBU Asuli, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan (Dishub) yang tergabung dalam Satgas penertiban SPBU segera mengambil langkah konkret untuk menata antrean kendaraan.
Penertiban dinilai penting bukan hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga untuk memastikan bahu jalan tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya dan tidak mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Warga juga meminta adanya pengawasan terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran BBM apabila aktivitas tersebut terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. Jangan sampai persoalan antrean BBM yang tidak tertata kembali menimbulkan korban berikutnya.
Kepolisian setempat diharapkan segera melakukan penyelidikan dan memastikan penyebab kecelakaan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan di sekitar SPBU Asuli guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(*)













