Aktivitas pemuatan dan pengangkutan material TGC menggunakan kendaraan dump truck di wilayah Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan warga. Sejumlah kendaraan diduga mengangkut material dengan bak terbuka tanpa pengamanan yang memadai, sehingga material dan debu berpotensi berhamburan di sepanjang jalan.
Kondisi tersebut dinilai dapat membahayakan pengendara lain, khususnya warga yang melintas atau berkendara di belakang kendaraan pengangkut material. Debu dari muatan disebut kerap mengganggu jarak pandang pengguna jalan di ruas jalan Trans Kecamatan Towuti.
Warga yang beraktivitas dan berjualan di pinggir jalan juga mengeluhkan dampak debu yang ditimbulkan. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi itu dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera mendapat perhatian serius.
“Kalau kendaraan bermuatan melintas dan debunya beterbangan, pengendara yang berada di belakang sangat terganggu karena pandangan bisa tertutup. Ini bisa berbahaya dan rawan menimbulkan kecelakaan,” ungkap salah seorang warga. Kamis, 30/07/2026
Warga meminta Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka berharap dilakukan pengawasan dan penertiban terhadap kendaraan pengangkut material yang diduga belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait pengamanan muatan.
Menurut warga, setiap kendaraan pengangkut material seharusnya memastikan muatan tertutup atau diamankan dengan baik agar tidak berhamburan dan menimbulkan debu di jalan. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun melakukan pengecekan di lapangan serta memberikan teguran maupun tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur maupun pihak terkait mengenai keluhan warga tersebut.
Sekedar diketahui, aktifitas iendaraan tersebut menuju Desa Lioka ke rumah warga,lahan warga dan proyek penimbunan jalan yang ada di wilayah kota towuti. (*)













