Kelangkaan Gas LPG 3 KG mulai menjadi keresahan warga Luwu Timur, Sulawesi Selatan diawal Tahun 2026 menjelang Bulan Puasa.
Bagaimana tidak, selain susahnya didapatkan gas melon tersebut membuat warga mau tak mau harus membelinya dengan harga diatas harga het hingga mencapai Rp. 40 Ribu pertabungnya.
Tak hanya itu, bak janjian sebagai sepasang sejoli, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite yang dijual eceran pun ikut melonjak mencapai hingga Rp. 15 Ribu perliternya.
Menanggapi tradisi jelang bulan puasa tersebut, Ketua Pospera PAC Towuti Amrullah menerangkan kelangkaan ini terkesan dibiarkan tanpa ada tindakan oleh dinas dan pihak pengawas barang subsidi dalam hal ini APH.
“Tabung LPG 40 ribu, Pertalite eceran 15 ribu, hal ini terkesan Disdagkop dan pengawas barang subsidi tidak ada gerakan untuk mengatasi persoalan ini,” Beber pria yang akrab disapa Ullah Khamaze ini. Sabtu, 10/01/2026.
Tak hanya sampai disitu, Ullah juga meminta Disdagkop Lutim tak hanya menertibkan SPBU, Namun juga menertibkan pengecer yang menjual harga eceran yang dianggap menyusahkan masyarakat.
“Kami berharap Disdagkop juga melakukan penertiban terhadap pengecer yang menjual BBM jenis Pertalite hingga Rp. 15 Ribu perliternya,” Pungkasnya. (*)











